Meja13 adalah situs judi online game capsa susun
Bandar Pilihan Dapatkan Informasi situs Judi Terpercaya tahun 2017

Cerita Sex: Adik Kelas Yang Pengertian

Teng… Teng… Teng… Teng…

Tumben banget bel pulang sekolah bunyi gak ngaret kayak biasanya. Suasana pulang yang ricuh tiba-tiba menghening. Ternyata ada si Santi, anak kelas 1 sma yang tersohor dengan muka yang cakep banget di tambah body sexy yang terbalut seragam super minim itu sedang lewat. Namun suasana bisu itu tiba-tiba memecah lamunku karena langkah sexsy si primadona berparkir di depan tongkrongku yang sedang BT hari itu. Saat itu angin kencang sedang hilir mudik dan tanpa sengaja menyibak rok Santi, sepintas warna pink dalam rok Santi terlihat oleh ku yang memang sedang nongkrong di depan Santi.
“Woi sadar donk!” teriak kecil Santi yang membuyarkan tanyaku tentang warna pink tersebut.
“CD aku tadi keliatan ya?” ceplos Santi yang membuat muka ku memerah.
Tanpa sempat memberiku kesempatan berkomentar, Santi menarik lenganku menuju tempat parkiran. Santi adalah junior ku di seni, dan hubungan kita memang sangat lengket, namun Santi menganggapku hanya sebagai kakak saja.

LIHAT JUGA :  Cerita Sex : Threesome yang menakjubkan !!!

“Kak, anterin aku pulang donk?” pinta Santi
“Lho, emang supir kamu mana?” tanyaku kepada gadis kaya yang pulang pergi di anterin supirnya ini.
“Supirku lagi nyupirin bonyok, dan di rumah nggak ada orang karena lagi beresin perabotan di rumah baruku.”
Tanpa banyak tanya lagi, dengan ramah aku memberikan tumpangan. Namun sekarang aku agak horny, karena saat di boncengi Santi menempelkan badannya ke punggungku dan tangannya memelukku dengan erat. Tidak seperti biasanya jalan Khairil Anwar agak lenggang dan membuat motorku dapat melaju kencang dan sampai dengan cepat di istana Santi.
“Kak, jangan pulang dulu yach. Temenin aku dulu dong sebentar, iseng nich sendirian di rumah.” Tawar tuan rumah.
Setelah berganti baju, Santi langsung menyodoriku minuman kaleng dan beberapa film American Pie yang sudah di putari di kamarnya. Kamar Santi begitu luas dan cantik dengan berbagai ornamen pink dan putih khas perempuan. Setanpa dugaanku, Santi mengganti pakaiannya dengan tanktop putih transparan yang menempel erat ditubuhnya sehingga membuat lekuk tubuhnya terlihat jelas. Tanktop mini itu di padukan dengan rok mini putih yang serasi dengan tanktopnya.

Santi dan aku duduk berdampingan di kasurnya yang mengarah ke TV. Santi duduk dengan memeluk erat tangan ku dan menyenderkan kepalanya ke pundakku. Posisi duduk kami benar-benar membuatku horny, apalagi aku merasakan sebuah tonjolan kecil yang menempel di lenganku dalam pelukan Santi. Dan aku sangat menikmati keempukan dada Santi yang menghimpit lenganku. Entah sengaja atau tidak, selain Santi memeluk lenganku, Santi juga menempatkan telapak tangan ku pada roknya tepat di atas vaginanya.
Pada saat pemain film American Pie meragakan hubungan sex, nafas Santi menjadi terengah-terengah dan seperti memburu sesuatu. Tak lama berselang aku merasakan suatu getaran dari penisku dan terasa penisku sedang ereksi. Ternyata pada saat itu Santi sedang meremas-remas penisku dari luar. Aku terus mendesah tanpa berusaha menepikan tangan mungil Santi dari penisku. Dan aku semakin mendesah dan menggeliat tatkala Santi memasukkan tangannya ke celanaku dah terus meremas penisku.
Di tengah nikmatku, tangan Santi yang satunya lagi membimbing tanganku untuk masuk ke roknya dan menempatkannya tepat di vaginanya. Dengan tidak mau kalah, aku meremas-remas vaginanya juga. Dan betapa menggelinjangnya Santi saat jariku kumasukkan ke lubang vaginanya yang membuat vaginanya membasah.
Kegiatan saling meremas ini berlangsung selama 15 menit sampai akhirnya Santi melepaskan genggamannya dari penisku dan mengeluarkan tanganku dari roknya. Aku sangat menikmati 10 menit indah itu, dan ingin rasanya mengulanginya lagi.
“Kak Santi haus nich, boleh pinjam sedotannya gak?” lirih Santi memecah lamunku.
“He…eh…” sahutku yang masih bingung
Aku bingung karena Santi tidak menyertakan sedotan di minumanku, tapi kenapa ia justru meminjam sedotan dariku. Yang lebih membuatku bingung, setelah aku iyakan, wajah Santi berubah menunjukan senyum yang penuh arti.
Tanpa ada ucapan lagi, tiba-tiba Santi bangkit dari duduknya dan langsung jongkok di depanku
“Heh kamu mau ngapain?” sahutku masih dalam bingung.
“Udah deh, pokoknya kakak bakal keenakan dech…” sahutnya dengan ceplos
Tanpa menunggu komentar dariku lagi, Santi dengan sigap langsung membuka sabuk dan seletingku dan menarik celanaku dengan cepat. Karena kebiasaan ku yang tidak pernah memakai CD dari kecil, penisku langsung menyumbul keluar saat celanaku di peloroti.
Tidak sampai menunggu lama. Tangan Santi langsung meregangkan pahaku, yang membuat selangkanganku terbuka lebar.
Dengan nafas yang terengah-engah dan nafsu yang membara, tangan Santi langsung meraih penisku.

Penisku semakin mengeras seirama dengan pijatan dan tarikan yang semakin keras dan cepat yang dilakukan Santi. Tidak hanya saja di pijat, tangan Santi dengan terampil mengocok penisku. Penisku di kocok dengan sangat cepat sampai aku merasa mengejang dan terengah-engah. Sebelum mani ku menyemprot keluar, aku menghentikan gerakan lincah tangan Santi. Santi pun langsung menghentikan tangannya, karena ia tahu kalau mani sudah keluar maka penis akan menyusut dan ia tidak bisa meneruskan permainannya.
Setelah selang 1 menit, Santi kembali mengawali permainannya lagi. Kali ini ia mengulum penisku. Ia kocok penisku dengan mulutnya. Bahkan biji penisku pun ia lahap habis.
Karena sedotannya yang kencang di tambah mulutnya yang terus maju mundur, membuat pertahananku goyah. Karena sudah tidak kuat lagi menahan mani yang ingin mendesak keluar dari penisku, maka aku langsung mengeluarkannya. Aku tidak sadar bahwa saat aku menyemprotkan mani, penisku masih di dalam mulut Santi. Al hasil, kini mulut mungil Santi penuh dengan maniku yang sekarang mengalir deras keluar dari mulutnya.

LIHAT JUGA :  Cerita Sex: Lagu Kehidupan

“Santi maaf ya, saya ngeluarinnya gak bilang-bilang.”
“Iya nih kak. Lain kali kalo mau ngeluarin maninya, bilang dulu yah. Asin tau mani nya kakak.” Keluh Santi yang keasinan karena tanpa sengaja menelan maniku.
“Iya deh…., Santi kakak haus nih.” Ucap ku kehausan karena kewalahan oleh permainan Santi.
Ada saja ulah nya Santi. Melihat ku kehausan, ia bukannya mengambilkan minuman, malah menyuruhku menghisap putingnya.
Tindakan kami hanya segitu saja. Karena ternyata Santi masih perawan dan baru melakukannya dengan saya. Namun setiap salah satu rumah kami kosong, kami melakukan oral sex tersebut lagi. Bahkan, apabila setiap habis latihan seni. Kami melakukannya di kelas yang kosong, atau di kamar mandi sekolah.

Capsa Susun

Add a Comment